Pages

Rabu, 06 Februari 2013

BIXA ORELLANA




Kingdom          Plantae

Subkingdom    Tracheobionta
Super Divisi     Spermatophyta
Divisi               Magnoliophyta
Kelas                Magnoliopsida
Subkelas          Dilleniidae
Ordo                Violales
Famili             Bixaceae
Genus              Bixa
Spesies            Bixa orellana L.

Bixa orellana merupakan tumbuhan semak yang berasal dari Amerika dan dikenal sebagai tumbuhan yang menghasilkan pewarna alami yang barasal dari buahnya. Tumbuhan yang mempunyai nama lain Aploppas dan Urucu ini mulai dibudidayakan di Amerika dan Asia Tenggara.
Kita bisa dengan mudah mengenali tumbuhan Bixa orellana ini karena ia memiliki ciri-ciri yang khusus dan unik. Misalnya, bunganya yang cantik berwarna putih dan berkelipatan 5 serta ditengah-tengahnya terdapat putik berwarna ungu yang banyak. Dan yang paling menarik dari Bixa orellana ini, yaitu buahnya yang jika kita lihat sepintas hampir mirip dengan buah rambutan namun teksturnya lebih keras dan bentuknya hampir menyerupai bentuk hati. Selain itu, didalam buahnya terdapat biji yang banyak dan biji itulah yang biasanya diekstraksi dengan mengaduknya dengan air untuk dijadikan pewarna.
Biasanya, bijinya baru bisa diekstrak apabila buahnya sudah kering dan berwarna coklat serta buahnya terbelah dengan sendirinya.
Bixa orellana atau dalam bahasa Indonesia sering disebut kesumba ini termasuk kedalam famili Bixaceae. 


»»  READMORE...

DAUN SUJI



KLASIFIKASI

Kingdom                             Plantae
Division                               Angiospermae
Sub Divison                        Monocotyledoneae
Order                                 Liliopsida
Class                                  Liliaceae
Genus                                 Dracaena
Species                               Dracaena angustifolia Roxb


DESKRIPSI
Suji merupakan tumbuhan perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 m. Suji tumbuh tersebar dari India, Birma (Myanmar), Indo-Cina, Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New Guinea dan Australia bagian utara. Suji tumbuh subur hingga ketinggian 1000 m dpl., dan menyukai daerah pegunungan atau dekat aliran air (sumur, sungai kecil). Tanaman ini sudah banyak ditanam di pekarangan rumah penduduk dengan potongan rimpangnya atau ditanam sebagai pagar hidup, namun belum ditanam dalam skala besar atau perkebunan.

Sebenarnya daun suji ini, banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Habitat daun suji yang berada dalam daerah yang memiliki kelembaban tinggi dengan intensitas cahaya matahari yang sedang dan sangat cocok hidup di taman dan tanah belakang rumah. Cara mengembangkannya cukup dengan okulasi, selain akan menghasilkan bibit yang baik juga mudah cara pembibitnaya.
Untuk menghasilkan kualitas daun suji yang baik, sebaiknya penyiraman secara rutin dan perawatan dengan penambahan pupuk organik sangatlah disarankan.

CIRI-CIRI
Habitus                  : Perdu, tinggi 6-8 m
Batang                   : Tegak, berkayu, beralur melintang, putih kotor
Daun                      : Tunggal.berseling, lanset.ujung meruncing, pangkal memeluk batang, tepi rata, panjang 16-20 cm, lebar 3-4 cm, pertulangan sejajar, hijau tua.
Bunga                     : Majemuk, di ujung cabang, bentuk tandan, putih keunguan.
Buah                      : Bulat, diameter ± 1 cm, hijau.
Biji                         : Bulat, putih bening.
Akar                      : Tunggang, putih kotor.
MANFAAT
1.       Pewarna hijau pada makanan, seperti pada kue-kue tradisional dan es cendol
2.       Memberikan aroma yang khas pada makanan
3.       Buahnya dapat digunakan untuk mengobati orang yang kurang nafsu makan, dan menurunkan tekanan darah tinggi
4.       Daunnya berkhasiat untuk mengobati sakit kepala, obat luar untuk mengatasi beri-beri
5.       Di Maluku, dekoksi Akar tanaman suji digunakan untuk mengatasi gonorrhoe  
6.       Getah daunnya dapat digunakan untuk menebalkan rambut, dan daunnya digunakan sebagai zat warna untuk mengecat
7.       Pucuk tanamannya dapat dimakan sebagai sayuran
8.       Sebagai tanaman hias dan tanaman pagar
Sumber : http://ritariata.blogspot.com/2010/03/dracaena-angustifolia-roxb-daun-suji.html

»»  READMORE...

MASALAH SAMPAH dan AIR BERSIH di INDONESIA BESERTA CONTOH PENANGGULANGANNYA


Masalah utama Jakarta dan isinya yang tak mungkin kunjung selesai dan selalu menjadi masalah utama dan permanen tak lain dan tak bukan adalah masalah sampah dan air bersih. Coba kita mundur satu langkah, sekarang kita lihat Indonesia. Ternyata bukan hanya Jakarta yang memiliki nasib permasalahan tersebut, Indonesia pun memiliki masalah yang sama. Menurut Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Indonesia setidaknya butuh tempat penampungan sampah sekitar 122 buah sebesar Gelora Bung Karno (GBK) setiap tahun untuk menampung sampah yang tidak terangkut. Dan setidaknya lagi, volum sampah di Indonesia sekitar 1 juta meter kubik setiap harinya. Namun, baru 42% di antaranya yang terangkut dan diolah dengan baik. Jadi, sampah yang tidak diangkut setiap harinya sekitar 300.000 ton.
            Hal di atas baru menjelaskan sedikit fakta permasalahan sampah yang terjadi di bumi Indonesia ini. Mari kita maju satu langkah, sekarang kita lihat Jakarta. Bukan Jakarta, lebih tepatnya Bekasi, di daerah Bantargebang. Sebuah pemandangan yang luar biasa bisa kita lihat di sana. Sebuah pemandangan pegunungan sampah yang menakjubkan bisa kita nikmati di daerah tersebut. Ditambah dengan pemandangan para astronot yang bekerja di darat sebagai pahlawan kebersihan, mesin-mesin pengeruk dan penggaruk sampah, burung-burung gereja yang mencari makan, dan wangi yang mungkin membuat isi perut ini keluar beserta cairan kuningnya menjadi pemandangan unik di daerah ini. Unik namun miris.
            Setidaknya Jakarta memberikan paket sampah sebanyak 5.000 sampai 6.000 ton per hari ke daerah ini. Jenis sampah yang dibuang atau ditampung di daerah ini sangat bermacam-macam, mulai dari sampah plastik, kertas, dedaunan, hingga makanan. Memang benar, sampah plastik dan sampah-sampah yang di daur ulang lainnya mendatangkan kebahagiaan bagi para pemulung yang menggantungkan nasibnya dengan mengumpulkan dan menjual kembali sampah plastik ke pengumpul tetapi jika sampah yang datang dari berbagai macam daerah di sekitar Bantargebang terus meningkat dan tak sanggup lagi diuraikan maka pemandangan pegunungan sampah di Bantargebang bisa berubah menjadi sangat menyeramkan. Dan jika TPA Bantargebang tidak bisa menampung sampah yang semakin mengganas sampah dari daerah sekitarnya, khususnya Jakarta akan menerima dampak negatifnya.
Sama halnya dengan permasalahan air bersih di Indonesia. Setiap hari sebanyak 14.000 ton tinja manusia tidak pernah diolah karena masih ada 30% masyarakat yang buang air besar sembarangan di tempat terbuka. Jika dibayangkan, jumlah ini hampir sama dengan 7.000 gajah Sumatera dengan bobot tiga ton yang terbuat dari tinja dan menumpuki permukaan tanah Indonesia. Dan jika dilihat dari sejarahnya yang pasti kita semua ketahui, kotoran ini akan berkeliaran ke mana-mana, seperti ke selokan, sungai, danau, laut, dan bahkan melewati mata air.
Sistem perairan yang telah tercemar kotoran manusia ini menjadi masalah utama, namun tak banyak orang yang mengetahuinya.Sebuah universitas negeri di Jakarta telah melakukan percobaan dengan mengambil sampel air dari saluran air PDAM di Jakarta, fakta membuktikan bahwa terdapat bakteri Escherichia coli dan bakteri-bakteri penyebab diare lainnya dalam kandungan air tersebut. Sementara itu, hampir 75% badan air di seluruh Indonesia sudah dalam keadaan tercemar, di mana 60% sampai 80% diantaranya adalah hasil dari limbah rumah tangga dan sisanya dari industri.
Sekitar 76,3% dari 53 sungai di Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi telah tercemar limbah organik dan 11 sungai utama tercemar amonium. Padahal air dari sungai-sungai utama inilah yang kita pergunakan sebagai sumber air baku untuk air minum, sementara pemulihan kualitas air memerlukan biaya yang sangat mahal.
Akibat dari kondisi ini, dipastikan 1 dari 100 bayi yang lahir di Indonesia meninggal karena diare. Setiap hari, lebih dari 2 juta bayi lahir di Indonesia, berarti 20.000 bayi meninggal tiap tahun karena diare. Bukan hanya bayi-bayi di Indonesia saja yang menerima dampaknya. Kondisi ini juga berdampak pada prestasi siswa di bangku pendidikan. Rata-rata siswa tidak masuk sekolah antara 8-12 hari setiap tahun karena sakit. Selain prestasi yang menurun, siswa yang sakit juga menghilangkan produktivitas orang tua mereka yang sedang bekerja atau mencari nafkah. Rata-rata satu keluarga di Indonesia kehilangan pendapatan sebesar Rp 1,3 juta setiap tahun.
Seperti baru mendapatkan durian medan yang runtuh dari pohon bonsainya, PT Pertamina (Persero) telah mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Bekasi. PLTSa ini pada tahap awal akan memanfaatkan feedstock sebanyak 2.000 ton sampah per hari dengan kapasitas listrik terpasang sekitar 120 mw. Proyek ini akan menggunakan teknologi pengolahan biomassa municipal solid wastetopower yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Dan proyek ini akan berjalan dan berkembang beberapa tahun ke depan.
Berbeda dengan proyek penanggulangan penumpukan sampah, untuk menanggulangi masalah air bersih, pemerintah sedang gencar melakukan program Jambore Sanitasi. Program ini bertujuan untuk mengampanyekan perilaku peduli sanitasi melalui anak-anak sebagai agen perubahan. Jambore Sanitasi dilakukan di beberapa sekolah dasar di seluruh Indonesia dengan cakupan yang sangat luas. Para peserta akan dibekali dengan pengetahuan teknis tentang air limbah, drainase, dan persampahan. Untuk memaksimalkan program tersebut, para peserta yang akan diangkat menjadi Duta Sanitasi akanmengikuti pembekalan mengenai publicspeakingatau teknik presentasi, kreativitas, dan alat-alat komunikasi serta pengembangan kepribadian. Selain itu, peserta juga akan belajar mengenai praktek pengelolaan sanitasi berbasis komunitas dengan narasumber individu maupun organisasi pemerhati lingkungan.

Referensi:

m.kabarbumn.com/read-news-2-0-270-pertamina-bangun-energi-listrik-dari-sampah-di-bantar-gebang.html

Disusun oleh:

Muhammad Nasrulah Akbar – 2012

»»  READMORE...

Minggu, 03 Februari 2013

TANAMAN DALAM RUANGAN



Menyimpan tanaman di dalam ruang adalah ide yang telah lama ada dan tidak ada salahnya bila diaplikasikan dalam kehidupan kita.Karena bukan hanya akan mempercantik, memperindah,dan mempernyaman, tetapi juga banyak manfaat yang akan kita dapat dari menyimpan  tanaman di dalam ruangan. Terutama meningkatkan kualitas hidup kita .Mengenai sirkulasi udara yang menjadi kekhawatiran terutama pada malam hari, dapat ditangani dengan terlebih dahulu mempelajari tanaman apa yang akan disimpan.
Banyak sekali manfaat  dari menyimpan tanaman di dalam ruangan ini, terutama apabila kita benar benar mengetahui jenis tanaman seperti apa?cocok di simpan dimana? apa kegunaanya? Pasti kita akan dapat merasakan manfaat yang begitu besar.Dalam hal ini memang pemilihan jenis tanaman sangatlah penting.Karena setiap tanaman memiliki sifat yang berbeda beda.Akibatnya perawatan dan perlakuan kepada setiap tanaman pun berbeda.
Menurut buku Tanaman Hias Dalam Ruangan, bagi negara-negara empat musim terdapat empat jenis tanaman yang cocok di simpan dalam ruangan.Namun bagi Indonesia yang hanya memiliki dua musim,terdapat  dua jenis tanaman  saja.Yaitu jenis tanaman bedaun indah dan jenis tanaman kaktus.Jenis tanaman berbunga kurang cocok disimpan di dalam ruangan yang beriklim tropis.Hal tersebut karena tanaman mudah layu dan keindahannya pun mudah hilang.Meski kenyataannya, banyak Ibu-Ibu Indonesia yang menyimpan tanaman berbunga di dalam ruangan guna memperindah ruangan tersebut.Bila kita perhatikan tanaman berbunga hanya bertahan dua sampai tiga hari saja.Alangkah lebih baik dan indah bila kita menyimpan tanaman berbunga di tempat terbuka dan terkena sinar matahari.Karena pada dasarnya bunga menyukai tempat terbuka.
            Hal positif dari adanya tanaman di dalam ruangan ini sudah terbukti.Seperti yang dikutip dari Kompas.com , penelitian di Swedia membuktikan  bahwa suasana hijau dalam ruangan dapat menurukan resiko stress, membuat suasana nyaman, damai, dan tidak mudah marah.Selain itu tanaman di dalam ruangan juga bermanfaat untuk mengurangi resiko sindrom bangunan sakit ( sick building syndrome). Gejala sindrom bangunan sakit yaitu pusing, flu, alergi, gamang, dll, hal tersebut dapat menggangu kualitas hidup dan kinerja kita.Lebih berbahayanya lagi dapat menyerang sistem syaraf pusat kita.
            Senyawa yang tidak dapat kita hindari dari ruang hidup kita seperti khloroetilen, formaldehid, dan benzena banyak berasal dari peralatan rumah seperti kertas, tisu, kayu, lapisan bawah karpet, dll .Senyawa –senyawa tersebut membuat kesehatan kita menurun dan penyakit rentan menyerang tubuh kita.Maka dari itu, penyimpanan tanaman di dalam ruang menjadi anjuran guna mendukung gaya hidup yang kita inginkan.Selain menyeimbangkan pengeluaran CO2  dan komsumsi O2 , tanaman-tanaman tertentu dapat menyerap senyawa berbahaya tertentu dan membersikan udara dalam ruang.Luar biasa bukan, betapa Tuhan menciptakan dunia dengan keselarasan didalamnya.
Berikut beberapa tanaman yang direkomendasikan oleh Penelitian Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) & Associated Landscape Contractors (ALCA)
§             spider plant (Chlorophytum comosum) yang dapat menghilangkan gas beracun seperti formalin dan xilene.
§  pakis boston (Nephrolepsis exaltata bostoniensis) yang dapat mengurangi kelembaban udara dan      menghilangkan zat beracun seperti benzene, formaldehid, dan xilena.
§  Hedera helix dapat menghilangkan bahan kimia beracun serta senyawa berbahaya.
§  arecapalm ( Chrysaliducarpus lutescens ) yang membantu mengeluarkan racun mematikan dan senyawa berbahaya.
§  Dracaena marginata yang membantu menhilangkan senyawa-senyawa berbahays seperti benzene, formalin, dll.
§  Sansevierra tritasciata yang membantu mengurangi senyawa formaldehida, nitrogen oksida,dan senyawa berbahaya lainnya.
§  Modeslum aglaonema yang dapat menyaring racun di udara.
.Aloe vera yang dapat menyaring gas berbahaya dan bahan-bahan beracun.
§  Epipremnum aureum yang dapat menghilangkan polutan dan senyawa berbahaya.


»»  READMORE...

Minggu, 27 Januari 2013

FICUS VARIEGATA


FICUS VARIEGATA 
(GONDANGPUTIH)
gambar 1. Ficus variegata yang berada di Arboretum UNPAD
gambar 2. Ficus variegata

KLASIFIKASI :

  1. 1.       KINGDOM        PLANTAE

  1. 2.       SUBKINGDOM     THRACHEOBIONTA

  1. 3.       SUPERDIVISI    SPERMATOPHYTA

  1. 4.       DIVISI         MAGNOLIOPHYTA

  1. 5.       KELAS          MAGNOLIOPSHIDA

  1. 6.       SUBKELAS       DILLENIIAE

  1. 7.       ORDO           URTICALES

  1. 8.       FAMILY         MORACEAE

  1. 9.       GENUS          Ficus
  2.  

  1. 10.      SPECIES        Ficus variegata

(Sumber : http://www.plantamor.com/index.php?plant=592)

DESKRIPSI
1.       Jenis pohon yang memiliki akar nafas
2.       Getah berwarna putih dan buah menempel pada batang

MANFAAT
1.  Akar dapat di makan sebagai Anti racun
2. Kulit di rebus atau dikunyah ( rasanya manis ) dapat menghentikan mucus darah



»»  READMORE...